Hilang Selama 172 tahun, Burung Pelanduk Kalimantan ditemui semula


Burung pelanduk kalimantan yang ditemukan kembali setelah 172 tahun menghilang. Foto: Muhammad Rizky Fauzan





Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan cukup bertuah. 

Mereka berjaya menemukan jenis burung yang telah lama tidak terlihat.

Burung itu adalah pelanduk kalimantan [Malacocincla perspicillata], yang tidak pernah dilihat selama 172 tahun.

Penemuan ini dituliskan dalam Jurnal Birding Asia Vol. 34 tahun 2020.

Di Indonesia, selain pelanduk Kalimantan, ada jenis lain yang diketahui iaitu pelanduk dada putih, pelanduk ekor pendek, pelanduk merah, pelanduk semak, pelanduk sulawesi, dan pelanduk topi hitam.

Penemuan tersebut dilaporkan pada 15 Oktober 2020 lalu. 

Mereka kemudian menangkap burung tersebut dan merakamkan gambar dari pelbagai sudut sebelum melepaskannya.

Mereka juga melaporkan penemuan tersebut kepada pakar burung, BW Geleatus.

Hasil gambar burung tersebut juga menjadi perbincangan hangat di kalangan kelompok Geleatus. 

Pada 8 Oktober 2020, para peminat burung membuat grup whatsapp khusus dengan nama ‘New Species’.

Perbincangan dalam grup semakin intensif. Mohammad Irham, Peneliti Ornitologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 9 Oktober 2020 menyatakan, burung itu dari keluarga Malacocincla,

Sehari berikutnya, Panji Gusti Akbar, dari Kelompok Ornitologi Indonesia Birdpacker menyatakan burung itu adalah pelanduk kalimantan [Malacocincla perspicillata].

“Saya menyangka burung ini adalah pelanduk Kalimantan, namun ia agak berbeza dengan spesies yang ada di Museum Naturalis Biodiversity Center di Leiden, Belanda. Namun begitu, tak ada burung lain yang mirip selain pelanduk kalimantan tersebut,” kata Panji kepada Mongabay Indonesia, Selasa.

Spesies pelanduk kalimantan di muzium memang memiliki mata kuning, namun dijelaskan Panji, itu adalah mata palsu kerana ia sukar diawet.

Sedangkan paruh dan kakinya berwarna agak kemerahan kerana dalam proses pengawetan.


Share: